Postingan

Menampilkan postingan dengan label Celotehku :-)

“DAN BERSABARLAH DAN KOKOHKANLAH KESABARANMU…”

“DAN BERSABARLAH DAN KOKOHKANLAH KESABARANMU…” يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱصۡبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ “Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu.” (T QS . Ali Imran : 200 ) Maha Benar Allah swt dengan segala firmanNya yang menyatakan bahwa kesabaran itu memang bukan hal yang sesekali muncul tapi menjadi hal yang melekat dalam diri seorang muslim….sehingga seorang muslim layak disebut sebagai Shaabiruun …Orang yang sabar…. Kesabaran itu bagi saya bukanlah sesuatu yang final, tapi dia adalah proses menjadi   yang akan terasah oleh fase hidup…tertempa dengan ilmu dan amal shalih…menyatu dengan kekuatan iman dan kesadaran akan kematian yang akan datang tanpa bisa diduga… Dan Ramadhan melatih dan mengkondisikan kita untuk menjadi orang yang sabar…dan ternyata kita bisa bahkan untuk bersabar   dari hal yang sebelumnya dihalalkan untuk kita. Dan betapa ...
Gambar
🥀 " *Selaksa Persahabatan*" 🦋 Kubaca tulisan ini berulang untuk diriku sendiri...sembari terus beristighfar betapa rapuh dan berjaraknya kondisi jiwa dr kesucian dan ketulusan ... Ku amati kalimatnya agar tersampai pd ruang sadar dan pd relung hati...berharap tersimpan sbg memori yg akan mudah ter-recall... Kusertai do'a agr kisahku berakhir indah spt yg disampaikan Ibnu Sirrin... Ahhh terbayang betapa lapangnya hati yg dimiliki 2 shahabat yg diceritakan dlm kisah tersebut.... Sungguh, terbayang betapa saling melembutnya dan saling melenturnya jiwa keduanya untuk bisa saling bertaut kembali... Ya Allah Sang Pemilik setiap jiwa...Sang pembulak balik hati....Tushliha dzaata bainana wahdina Subulassalaam.... ~~~~~~~~~~~~~~~~~ Adalah sebuah persahabatan diantara dua orang yang ditulis oleh Imam Ibnu al-Qayyim al-Jawziyyah dalam bukunya Madarijus Salikin dari cerita yang dibawakan oleh Imam Ibnu Sirin. Kemudian kisah ini ditulis ulang oleh Ustadz Salim A. Fillah dalam ...

Mencari Penafsir Mimpi Sehebat Ibnu Sirin

Mencari Penafsir Mimpi Sehebat Ibnu Sirin Indira S.Rahmawaty Saya yakin setiap orang pasti pernah bermimpi. Mimpi ini bahkan menjadi sebuah fenomena yang terus menarik minat para ilmuwan berbagai bidang untuk memahaminya: mencari penyebabnya, cara kerjanya, polanya, keadaan otak manusia yang bermimpi serta berbagai aspek lainnya dan (terutama) tentu saja apa gerangan tafsir dari mimpi tersebut? Saya membayangan hari ini mungkin banyak orang yang bermimpi buruk sebagaimana bermimpi indah J . Bermimpi buruk karena kehidupan hari ini yang “kaya” dengan berbagai tekanan dan masalah ! Hal ini membuat setiap orang pasti menyimpan banyak kekhawatiran bahkan gangguan lahir dan batin yang terasa maupun tidak. Namun bisa jadi juga banyak yang bermimpi indah karena dia ingin berada dalam keadaan yang merupakan kebalikan dari keadaan yang dia jalani selama ini: ingin berada di negeri kahyangan, negeri toto tentrem loh jenawi.... Namun satu hal yang pasti berdasarkan pengalaman d...

Unreplaceable and Unrepeatable

“TAK AKAN TERGANTI DAN TAK AKAN TERULANG: ITULAH PERJALANAN DAKWAH !” Indira S. Rahmawaty Dalam hidup pasti ada banyak hal yang tak terganti dan tak akan terulang. Ada momen yang tak akan terganti, seseorang yang tak akan terganti, benda yang tak akan   terganti dan banyak hal lainnya yang tak akan terganti dan tak akan terulang. Dan itulah yang terbersit di benak saya: u nreplaceable and unrepeatable ketika perjalanan dakwah menegakkan syariah dan khilafah mendapatkan tantangan. Tak akan terganti dan tak akan terulang itulah yang terpikir ketika perjuangan mewujudkan janji Allah dan kabar gembira dari RasulNya dianggap berbahaya. Sisi tak tergantikan dan tak akan terulangnya adalah pertanyaaan : Saat momen itu saya ada dimana? Melakukan apa? Berkontribusi apa? Bukankah yang membuat Umar juga Abdurrahman bin Auf cemburu pada Abu Bakar adalah karena bukan mereka yang ada di sisi Rasulullah pada saat tergenting perjalanan dakwah, yaitu saat perjalanan hijrah d...

Renungan Kematian (lagi)

RENUNGAN KEMATIAN (LAGI) Adakah ruang untukmu berangan-angan akan kesenangan duniawi? ketika kematian terdengar kencang di telingamu....???? Adakah lagi celah dalam pikirmu akan keluhan masalah... keluhan derita...pedihnya luka...buruknya keadaan....ketika kau saksikan seseorang dikafani???? Tidakkah yang kau inginkan adalah kesempatan bertobat..bertobat...bertobat .... dan bersegera mengumpulkan bekal untuk hidupmu selanjutnya???? Dan masihkan kau berfikir “bermain-main” dengan hidupmu????? Ya Allah....Ya Rabb.... Ya Hayyul Qayyum...Alladzi Khalaqa Almauta Wa alhayyata.... Faghfirlii Faghfirlii Faghfirlii Warhamnii Warhamnii Warhamnii..... #Bandung,11 Juli 2016